Puisi-45

Mei 28, 2008 at 2:02 am Tinggalkan komentar

  APA MAUMU

Dia datang lagi malam-malam mengetuk pintu hati dengan cara diam-diam bahkan aku sendiri juga tidak tahu kapan dia datang, tahu-tahu dia sudah ada di kamar dan lantas membunuhku, sempat juga aku di bikin panik, apa maunya?
aku mohon jangan datang malam ini karena aku sedang dan masih bercinta dengan kesunyian yang bisu membatu layaknya orang bisu yang lagi ngopi di warung si gombel itu, aku bukanlah kekasihmu yang kau cari sambil merangkak di rumah tetangga sebelah, aku juga bukan seorang yang patut kau kasihi karena aku bukan lah seorang pengasih, kadang aku pernah di suruh Tuhan untuk menjaga kuburan yang gulita sekali aku rasa,aku coba menurutinya dengan alasan bahwa aku adalah ciptaan-NYA, yah sebagai balas budi.
basah tubuhmu membuat aku mengeluarkan seekor makhluk yang bernama birahi yang mau menyelinap keluar dari tubuhku, lantas inikah semua pembalasanya.
aku mulai muak dengan apa yang terjadi pada dunia, ego yang di suarakan, ego yang di turuti, nafsu dan tahta sementara yang di kejar.
aku bukanlah firaun atau aku juga bukan namrudz, aku juga bukan manusia mungkin bisa di bilang setengah manusia karena separuh dari tubuhku terdapat kebiasaan binatang yang mengendap-ngendap keluar.
MARILAH NGOPI DI BAWAH RANJANG PENUH SPERMA ITU..
AGAR KITA TAHU BETAPA MUNAFIKNYA KITA

KEMATIAN YANG TERTUNDA

setelah habis kian waktu
aku mendendam pada hari yang yang membuat kulitku lusuh
akalku mati
jiwaku hidup sebelah
janji yang terucap hanyalah sampah yang bertutur pada sepi
angin lalu masih menampakkan wajah jeleknya di cermin
aku bosan dengan semua kesendirian ini
aku mulai bosan dengan semua permainan Tuhan
tapi aku masih tetap ingin bernyanyi sebagai penghibur di saat hati mulai retak
berdoalah kepada waktu yang menjemukan
berteriaklah di padang sahara yang mulai menghitam
oooh kekasih,.,.,.aku bukanlah sebuah cinta yang bermain di pojok-pojok rumah
seperti kebiasaan mu pada perempuan pelacur itu
bukankah kemarin sudah aku bilang tentang sebuah impian yang terbuang
alunan janji terkutukmu membuatku sedikit merinding
sumpah yang telah terucap tidak ada di ruang hampa yang mengangkasa
keputusanku tetap sama seperti kemarin
pergilah jika itu memang tujuan untuk langkahkan kaki ke depan
aku bukanlah pelukis yang setia melukis pengemis yang kelaparan
sudahlah, akhiri semua ini,
biarkan aku menghibur diri saat sepi menghampiri
tapi aku masih bosan sendiri
aku ingin di samping mu di malam hitam ini
bunga kematiannya sangat indah sekali aku lihat
tentang semuanya
dan tentang hidup yang mulai menjengkelkan ini
aku ucapkan selamat malam pada malaikat=malaikat yang telah menaburkan bunga harumnya buat mimpiku,.,.,.,.,.
dan sekali lagi
AKU MEMANG BUKAN PANUTANMU

Muhammad Fahmi
 

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Hai Girls Aku Bukan Pancasila

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: