Siapa, Di mana, Ke mana Mahasiswa Sekarang?

Maret 4, 2008 at 4:42 am 2 komentar

Oleh : Didik Haryadi Santoso MBA

Mahasiswa memang selalu benar,

bukan begitu bukan? Wiwit?

Tak ada yang tak kenal dengan istilah mahasiswa, kata-kata mahasiswa sangat akrab ditelinga kita semua. Disadari atau tidak, mahasiswa zaman sekarang sedikit aneh dengan para pendahulunya. Ada apa dengan mahasiswa sekarang? siapa, dimana dan akan kemana mahasiswa sekarang? hanya waktu yang dapat membuktikan itu semua.

Murid SMA sering disebut siswa, studi gratis biasa disebut beasiswa, nah bukan mahasiswa namaya jika tidak berambut gondrong, celana bolong, kaos oblong, paru-paru bolong dan badan bau jigong. Ironis jika hal-hal yang bersifat fisik tersebut diatas masih harus ditambah dengan kata “bicara bohong plus otak kosong”. Namun hal yang bersifat fisik tersebut dapat tertutupi oleh kelebihan lain seperti daya nalar-kritis serta pisau analisis yang dapat membedah berbagai permasalahan yang ada. Jadi siapa sebenarnya mahasiswa? Apakah mereka yang hobi copy-paste itu? Atau mereka yang memiliki sense of crisis? Yang peka terhadap perubahan-perubahan sosial?

Jika diamati secara seksama, mahasiswa jadul (jaman dulu) selalu identik dengan kaum intelektual dan kaum terpelajar. Mereka masih memiliki idealisme, kemandirian, pemikir cemerlang dan semangat juang yang tinggi. Dewasa ini, sebagian orang berpendapat bahwa mahasiswa sekarang cenderung dicap sebagai kaum pembuat mual dan kaum kurangajar. Walaupun tidak semua mahasiswa berbuat demikian, namun salah satu contoh hasil penelitian saudara sony, penulis buku JBDK (Jangan Bugil Depan Kamera) tahun 2007 di Yogyakarta membuktikan bahwa 90% video porno dibuat oleh pelajar dan mahasiswa (lebih dari 500 video vulgar atau 2 video perhari yang lahir). Luarrr binasa!

Tak hanya itu, mahasiswa saat ini identik dengan 4F (fun, food, fashion, free sex). Jika dibandingkan dengan mahasiswa jaman dulu, mahasiswa sekarang tampak rapi dan gaul, namun cenderung akrab dengan dunia-dunia malam yang tidak jelas tujuan dan manfaatnya. Ironis memang, kehidupan berfoya-foya tersebut menjadi hal yang biasa bagi sebagian kalangan, calon generasi penerus negri ini. Kata “fun” bisa dibuktikan dengan banyaknya game-game online, rental-rental game (PS2) yang juga digemari orang dewasa. Sedangkan food ditandai dengan maraknya aneka makanan yang berbau kebarat baratan dan cina, selain itu, fashion menawarkan konsep pakaian serba minimalis dan seksi ala barat. Bukan rahasia umum bahwa seks bebas (free sex) di kota-kota besar telah berkembang pesat sehingga membuat keresahan tersendiri bagi orang tua pelajar dan mahasiswa.

Pertanyaannya ialah dimana posisi, fungsi serta peran mahasiswa sekarang? Apakah masih layak berpredikat sebagai agen perubahan? Mungkin disatu sisi gelar tersebut layak dikatakan sebagai agen perubahan dalam artian yang positif, karena masih ada calon generasi penerus bangsa yang ikut memikirkan nasib negrinya yang terombang ambing ini (minazzulumati ilannur). Disisi lain gelar sebagai agen perubahan tetap layak namun dalam artian yang negatif. Membuat perubahan yang menyesatkan (minannuur ilazzulumat).

Tanpa disadari, dari tahun ke tahun jumlah pengangguran kian meningkat. Hal ini disebabkan oleh lulusan perguruan tinggi lebih banyak dari pada jumlah lapangan kerja yang tersedia. Perguruan tinggi ibarat pabrik dan lapangan kerja ibarat warung kecil tak cukup untuk menampung produk dari pabrik yang banyak itu. Lantas akan kemana mahasiswa sekarang? Apakah hanya menunggu giliran tiba? atau dengan gagah berani menumbuhkan sikap proaktif, progresif serta inisiatif-partisipatif dengan slogan “bukan mencari kerja tetapi menciptakan lapangan kerja” sehingga berangkat dari sinilah akan terbangun jiwa-jiwa entrepreneur yang akan menciptakan baldatun toyyibatun warobbun ghofuur. Amin. Waallahu a’lam bi As shawab.

Masih Belum Apa-apa

Entry filed under: Opini. Tags: .

Kenangan bersama Ibu ‘Kost’ Temanku

2 Komentar Add your own

  • 1. Dede Ariyanto  |  Maret 22, 2008 pukul 1:14 pm

    wah men sorry aku cuman becanda kok…didik juga tau aku orangnya suka guyon … jangan ambil ati ya… ambil jantung aja he..he…he.. soalnya kamu juga sih artikelku udah tak kirim ke emailmu lebih dari lima masa ga da yang dimuat satu pun maafin aku ya aku nyesel peace and love

  • 2. teguh cakep  |  Maret 31, 2008 pukul 6:25 am

    memang bener dik..! tapi gimana ya..!
    ya udah dahh.. bener kok!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: