Kenangan bersama Ibu ‘Kost’ Temanku

Maret 4, 2008 at 4:47 am 7 komentar

Oleh : Teguh ‘Estro’

Saya baru saja pulang dari rumah paman. Rencananya sih, mau ke rumah kos-kosan Romi. Semoga dia mau memperbaiki komputerku. Beberapa hari lalu komputerku hang[1], padahal sedang menggarap skripsi lho. Dengan terburu-buru langkah kaki ini semakin cepat menuju kos-kosan anak semester 10 itu. Sampai akhirnya tiba di depan gerbang kos-kosan Romi. Namun sayang ternyata pagarnya terkunci dengan gembok yang besar. Saya tidak kehabisan akal, sesekali gerbang kugedor dengan gembok besi tersebut. Hingga beberapa kali suara keras itu membuat seorang wanita paruh baya keluar, tampaknya dia ibu kos Romi.

“ Ada apa mas…? Kok gedor-gedor…” gawat, kelihatannya ibu kos ini marah.

“ Nggak ada kok bu.. Cuma mau ketemu sama Romi. Dia ada bu…?”

“Ada..! lain kali jangan ribut seperti itu, mas-nya kan bisa sms dulu ke Romi supaya nggak tunggu-tungguan…” tambah cerewet aja, tampak dari mukanya.

Tanpa tunggu lama setelah pagar terbuka, langsung saja menuju kamar Romi dan semoga sedang tidak sibuk.

“Salam‘alaikum. Rom..!”

“Wa’alaikum salam. Andre.. ada apa nih, tumben bersinggah ke gubuk tua ini…”

“Kamu sedang sibuk ya. Rom?”

“Nggak kok. Cuma beres-beres buku sambil membersihkan kamar aja ! oh iya, kamu bawa apa ndre. Kayaknya makanan tuh…”

“ Cuma nasi kotak Rom, pemberian paman. Tadi baru dari rumahnya”

Oh, iya aku lupa sebelum berangkat ke kos Romi tadi dikasih paman nasi kotak lho. Kebetulan lapar banget dari siang belum makan! Biasalah anak kos, apalagi di penghujung bulan begini. Kantong kempes, kiriman orang tua telat, utang belum dibayar pokoknya komplit deh… tapi syukurnya walau jauh dari orang tua, saya masih ada paman di Yogyakarta ini. Jadi kalau lapar tinggal makan, meski terkadang masih malu juga.

“Rom, kamu bisa ke kos-ku kan? komputerku hang lagi tuh..“

“ mungkin banyak Virusnya ndre…, atau data di file kamu terlalu berat. Atau jangan-jangan sering buat nonton film ‘begituan’ ya..!”

“sembarangan ngomong, mendingan kamu aja yang ngelihat langsung komputerku, daripada nanti tambah rusak kalau kuperbaiki sendiri. Sekarang saya mau menyelesakan skripsi lho, tolong ya…!” pintaku sedikit manja.

“ wah, kalo gitu malam ini aku harus beramal !”

“nah, gitu Rom…sambil bawa motor ya..! kos-ku kan jauh Rom”

Tanpa pikir panjang kami berdua bergegas menuruni tangga menuju gerbang kos-kosan Romi, kebetulan kamarnya ada di lantai dua. Tapi karena aku kurang terbiasa menuruni tangga akhirnya tersungkur. Walau sudah mencoba menyeimbangkan diri tetap saja badanku menabrak tubuh seseorang.

“ eh, mas kalau jalan yang bener. Jangan terburu-buru seperti itu, dari tadi buat onar saja, untung saya nggak jatuh !“ tubuhku menabrak ibu kos-nya Romi, memang betul-betul sial. Masih saja, ibu ini cerewet.

“iya bu, maaf…nggak sengaja kok”

Dengan melupakan kejadian itu, kami langsung tancap gas menuju kos-kosanku yang memang sedikit jauh dari kos-kosan Romi. Ternyata Romi pembalap juga, baru beberapa menit udah nyampe di depan kos-kosanku. Tidak seperti tempat Romi, tempatku nggak ada manusia cerewet seperti ibu kosnya Romi.

Ternyata benar kata Romi, komputerku banyak virusnya, mulai dari virus Trojan, Brontox dll. Yang membuat pikiranku tambah kusut ternyata banyak file-ku yang hilang akibat termakan virus. Padahal sudah susah payah siang malam ngetik buat mengajukan judul skripsi. Tampaknya usahaku selama ini sia-sia.

“ Gimana Rom, udah bener belum…?”

“ tampaknya kamu harus download[2] antivirus di internet yang terup-date ndre ”

“ iya, besok saya akan ke warnet (warung Internet) aja Rom”

“ kamu sabar aja Ndre, saya tahu kok perasaan hatimu. Asal ide ataupun ilmu di otakmu nggak hilang saya yakin masalahnya akan selesai.”

“tapi kan, tetap aja ngetik ulang Rom!”

“sekarang mendingan kamu makan aja dulu… daripada muka kamu murung terus, ntar cepet tua lho…! Ledek Romi

“ oh iya Rom, nasi kotakku ketinggalan di kamarmu tadi.. gimana?”

“ ya udah, kamu ikut saya pulang naik motor ngambil nasi kotak. Nanti saya yang nganter lagi..”

Malam ini seolah malam terburuk bagiku. Pasalnya virus-virus itu telah membangkitkan kemarahanku. Tapi memang sebenarnya itu akibat kecerobohanku, Karena sembarangan memasukkan data. Ya, lagi-lagi sebagai pelajaran. Tapi pelajaran terpenting sekarang ini perutku sudah lapar. Saya ingat betul nasi kotak dari paman tadi isinya nasi, ayam bakar, ketimun, dan sambal terasi. Kayaknya enak malam-malam makan ayam bakar.

Akhirnya sampai juga ke kos-kosan Romi. Tapi gawatnya baru saja sampai di depan gerbang sudah berdiri sosok wanita yang sudah kukenal sebelumnya.

“ Romi, sekarang sudah jam 11 malam. Tamu dilarang masuk..!” ucapan itu muncul beriring nada sinis dari mulut ibu kos Romi. Karena kekesalan yang tak bisa terbendung akhirnya mengundang ucapan kasar dari mulutku.

“ bu, kenapa tampaknya ibu benci banget dengan saya, saya bukannya maling bu…jadi ibu nggak perlu takut. Cuma mau ngambil barang ketinggalan kok” dengan nada sedikit keras.

“ ya udah, jangan lama-lama… anak-anak di kamar lain mau istrahat.”

Akhirnya lega juga hatiku karena nenek sihir itu sudah terjinakkan. Tapi bayang-bayang nasi kotak masih saja ada di benakku. Saat masuk di dalam kamar anehnya nasi kotak itu nggak ada sama sekali. Walau sudah dicari di tiap sudut kamar tetap saja tidak ada. Tiba-tiba seorang laki-laki yang tampaknya anak kos ini juga datang ke dalam kamar Romi dan menepak bahu Romi yang sedang sibuk mencari nasi kotak. Lalu anak tadi berkata.

“ Rom terima kasih ya, ayam bakarnya enak lho… nggak biasanya kamu dikirim nasi ayam bakar Rom”

“ maksud kamu, Nasi kotak yang ada di atas meja tadi ” teriak Romi kepada temannya itu

“ iya, emangnya kenapa…?” terlihat wajah tanpa dosa dari teman Romi tadi.

Tanpa sadar air mataku menetes, padahal perutku sudah setia menunggu sampai kelaparan. Ternyata setiap malam minggu Romi selalu dikirimi oleh pacaranya makanan dan langsung dibagikan ke teman-temannya. Tapi ternyata kali ini nasi kotakku yang jadi korban.

“ Ndre aku minta maaf ya atas ulah temanku…!” ucap Romi.

“nggak apa-apa kok Rom…”

Langsung kakiku keluar kamar menuju jalan dekat tangga dan berdiri sejenak. Kutatap langit diatas dan kuteriakkan teriakan sekencang-kencangnya. Supaya tuntas semua masalah untuk keduakalinya teriakanku kembali memekik angkasa. Tapi seketika seorang wanita di belakangku dengan baju daster ditambah rambut tertutupi handuk juga muka penuh masker.

“mas..!” lagi-lagi ibu kos Romi yang siap marah-marah.




[1] Rusak pada software-nya

[2] Menyimpan data yang ada di server Internet. Dan memindahkannya ke penyimpan yang kita miliki. Bisa flasdisk, diskette atau cassette disk (CD)

Entry filed under: cerpen. Tags: .

Siapa, Di mana, Ke mana Mahasiswa Sekarang? Ulama dan Politik

7 Komentar Add your own

  • 1. orang palembang cakep  |  Maret 5, 2008 pukul 10:22 am

    wah, cerpennya bagus ya…
    pokoknya buat didik semoga slamet, choi juga slamet dan radit slamet tapi untuk Mas slamet semoga kamu….

  • 2. wong palembang cakep  |  Maret 5, 2008 pukul 10:39 am

    oh, iya siapa yang buat cerpen ini pasti cakep bgt kan!

  • 3. wong palembang cakep  |  Maret 5, 2008 pukul 10:41 am

    maaf mau tanya lagi, cerita cerpen ini memang kurang bagus sih, tapi cukuplah dikatakan master

  • 4. wong palembang cakep  |  Maret 5, 2008 pukul 10:46 am

    sekali lagi maaf, kalo blog ini saya jadikan sebagai tempat titip salam.
    salam katrok buat I.Mujah.ahm
    salam kotrak buat radi-tpr-aset-ya
    salam gindrong buat ch-{oirud}-in
    salam Pcopy 24 jam buat Di//dikha_ryad’disan’tos-o

  • 5. wong palembang cakep  |  Maret 5, 2008 pukul 10:50 am

    saya hanya berpesan,
    agar jangan suka telat kuliah
    jangan suka cengengeskalau kuliah mandi dulu

  • 6. didikharyadi  |  Maret 6, 2008 pukul 8:27 am

    Lucu bangt Guh!

    pasti dilhami dari kisah nyata! Keren!

  • 7. Dede ariyanto  |  Maret 22, 2008 pukul 12:01 pm

    Woi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! punyaku kok ga dimuat sih bubarin aja kalo gini caranya ga usah ada forum seperti ini😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: