<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GEMA PROGRESIF</title>
	<atom:link href="http://gprogresif.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gprogresif.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jun 2008 08:08:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gprogresif.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>GEMA PROGRESIF</title>
		<link>http://gprogresif.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gprogresif.wordpress.com/osd.xml" title="GEMA PROGRESIF" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gprogresif.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aku Bukan Pancasila</title>
		<link>http://gprogresif.wordpress.com/2008/06/07/aku-bukan-pancasila/</link>
		<comments>http://gprogresif.wordpress.com/2008/06/07/aku-bukan-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 08:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gprogresif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gprogresif.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Aku Bukan Pancasila Oleh: Teguh Estro Berkali-kali diri ini menanyakan, aku dimana…? Semua orang bermulut di sekelilingku hanya diam. Ya, aku memang panik, menjerit-jerit. Tapi sungguh, bukankah aku layak tahu apa yang terjadi, mengapa…? Mengapa kepalaku diperban, lantas kok, bisa berbaring dirumah sakit…? Lagi-lagi kebisuan yang mereka berikan. Aku tahu, mereka pasti menyembunyikan sesuatu. “ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=22&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Aku Bukan Pancasila</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Oleh: Teguh Estro</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></em><img src="http://tell.fll.purdue.edu/JapanProj/FLClipart/Verbs/fight.gif" alt="FPI jangan berantem dong" width="200" height="200" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Mangal;" lang="EN-US">Berkali-kali diri ini menanyakan, aku dimana…? Semua orang bermulut di sekelilingku hanya diam.<span> </span>Ya, aku memang panik, menjerit-jerit. Tapi sungguh, bukankah aku layak tahu apa yang terjadi, mengapa…? Mengapa kepalaku diperban, lantas kok, bisa berbaring dirumah sakit…? Lagi-lagi kebisuan yang mereka berikan. Aku tahu, mereka pasti menyembunyikan sesuatu. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“ Kamu dihajar orang Man…!” Ucap Atmo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>kagetnya aku mendengar ucapan pria di samping ranjang ini pelan padaku. hingga memoriku mencoba keras mengingat sesuatu, kejadian itu. Kejadian dihajar orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“Man,… man,…. Herman, Ayo!” Teriak Atmo dari luar rumah. Atmo memang resek. Pagi-pagi buta mulutnya sudah bersuara di depan rumahku. Apaan sih, paling-paling pinjam motor. Walau begitu, temanku satu ini begitu akrab. Saking nempelnya, <span> </span>kami dulu sempat dijuluki bujang kembar. Hanya saja sejak aku telah bekerja, kita berdua jarang bersua. Apalagi kini ia sudah menjadi aktivis ormas ini dan itu. Tapi anehnya pagi-pagi begini ia sudah terlihat semangat sekali, berkoar-koar memanggilku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“Ayo Herman, dijenguk siapa diluar…” suruh ibuku yang sedari tadi hanya di dapur, tampaknya wanita yang telah melahirkanku ini juga terusik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“ Iya sebentar…!” Teriakku tak kalah kuatnya dengan suara di luar. Baru saja kubuka</span><span id="more-22"></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> pintunya, Atmo pun langsung <em>ngelonyor</em> duduk di kursi dengan nafas terputus-putus. Pria kelahiran bekasi ini bercerita panjang lebar dengan berapi-api, seolah-olah mau berperang saja. Kadang ia angkat tangannya, mengepal dan sesekali memasang telunjuknya tepat di wajahku. Yang pasti ia ingin mengajakku berdemo lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“Kali ini beda Man, sumpah beda. Kita hidupkan pancasila demi bangsa…” Imbuhnya sejenak sebelum pulang dengan mata melotot. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Setahuku demonstrasi di jalanan itu selain panas, melelahkan, juga tidak ada gunanya. Toh, hanya bercuap-cuap tanpa tahu siapa yang mendengarkan. Dasar Atmo,… kalau bukan karena teman, tentu sudah kutolak mentah-mentah. Tapi kalau sudah begini gimana cara menolaknya ya….! Atmo kan sahabatku, apalagi tampaknya ia sangat berharap banyak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>Hingga hari itu tiba, Atmo datang lagi ke rumahku. Kali ini ia beratribut lengkap dan bendera merah-puti telah bertengger di tangannya. Lelaki yang bertubuh jangkung ini mengajakku penuh paksaan. Saat kukatakan; “ Capek ah…”, ternyata ia telah menyiapkan sepeda motor. Sungguh sungkan bagiku untuk beralasan malas. Terpaksa pantat ini menunggangi bebek berasapnya Atmo, beriring bendera tentunya. Hingga aku tak sabar melihat kekonyolan aksi demo hari ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>Saat berangkat dan menyusuri jalanan Jakarta, ternyata masa yang ikut cukup banyak. Anehnya kini justru perasaanku berbalik arah, “..Demonstrasi enak juga ya.. !” seloroh hati ini.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Seluruh elemen baik dari ormas mahasiswa, masyarakat hingga ormas keagamaan terangkul dalam aksi hari ini. Sungguh jiwa nasionalisme sontak bangkit dari bulu romaku. Apalagi dari rombongan di belakang ramai menyayikan lagu Indonesia raya. Hingga akhirnya aksi jalanan ini <em>finish</em> dengan orasi kebangsaan di lapangan Monas. Aku pun mulai berpikir curiga saat Atmo turun dari motornya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“ Ini bukan aksi anarkis kan…?” tanyaku pada Atmo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“ Ya, lihat saja nanti”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>Jantungku berdegub kencang tatkala puluhan masa berkumpul membentuk barisan. Memang di lapangan Monas ini terlihat banyak ormas yang tengah berdemo. Lihat saja, tak jauh dari barisan kami tampak ormas yang lain lagi, tengah berorasi menolak kenaikan BBM. Waktu itu tiba, saat keadaan kian ricuh. Disana-sini berteriak “merdekaaa&#8230;”, “hidup pancasila…”, “hidup Indonesia…”. Saling bersahutan tanpa komando, huh&#8230; ramai sekali. Suasana ini membuat telingaku yang tak biasa ini terganggu. Udara panas, tenggorokkan kering dan bau keringat bercampur memperburuk keadaan. Aku yang berada di tengah barisan tak tahan mau muntah. Hingga waktu itu tiba, kejadian itu datang….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>Semua barisan tiba-tiba bubar, berlarian kesana kemari. Ternyata ormas yang tengah berdemo di sebelah kami tadi langsung menyerang membabi buta. Gerumulan orang berteriak menambah kepanikanku. “Allahu akbar….!!” Mereka mengejar dan memukuli teman-temanku. langkah ini mencoba berlari, “ayo berlarilah…cepat !” teriak batin pada kakiku. Akan tetapi sialnya seorang lelaki berbaju putih menangkap tanganku yang berayun bebas. Terjadilah tarik menarik, hingga aku terjatuh antara lantai semen dan rerumputan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“Kamu aktivis pancasila ya…? Kenapa berdemo bersama orang-orang sesat…!” teriak oran itu bertanya di telingaku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>Sungguh, tak kumengerti. Pukulan, hantaman mengenai tubuh dan muka ini berkali-kali hingga memar sekujur tubuh. Mereka bertanya seperti itu lagi. Mereka selalu bertanya tentang pancasila lah, aliran sesat lah… Bukan hanya sesat tapi sakit, bahkan lebih dari itu. Mereka bertanya lagi dan tubuhku dipukul lagi, bertanya lagi, dipukul lagi. Seterusnya. Hingga tak sangup kutahankan gejolak ini, aku berontak tanpa tahu berapa tenagaku.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“ Buka….aan !! aku bukan pancasial, aku bukan aliran sesat…!!” teriakku sekencangnya. Akhirnya lepas juga pegangannya dari tanganku. Lekas lariku begitu kencang. Astaga…! Mereka mengejarku begitu cepat.<span> </span>Mataku melihat mereka di belakang berlarian hendak mendekati dan menangkapku. Dengan langkah penuh darah ku coba mengalihkan muka ke depan. Sialnya lagi langkahku menabrak seseorang lagi. Mataku kian berkunang-kunag pasrah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“ Tenang mas, anda aman…!” ucap pria berseragam yang kutabrak tadi sembari mengeluarkan pistol untuk menakut-nakuti pengejarku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>“Man,… Herman, Untung cepat kupanggil polisi. Kamu nggak apa-apa kan. Kita ke rumah sakit sekarang…” ucap pria lainnya yang sepertinya Atmo tergesa-gesa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span>pandangan kian berkunang dan tak jelas siapa yan kulihat. Tubuhku langsung roboh di pundak pria tadi. Hingga tak tahu apa yang terjadi, hingga dunia terlihat begitu gelap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gprogresif.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gprogresif.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gprogresif.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gprogresif.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gprogresif.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gprogresif.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gprogresif.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gprogresif.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gprogresif.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gprogresif.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gprogresif.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gprogresif.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gprogresif.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gprogresif.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gprogresif.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gprogresif.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=22&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gprogresif.wordpress.com/2008/06/07/aku-bukan-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/296d981a8815e81022347ba5acb49600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gprogresif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tell.fll.purdue.edu/JapanProj/FLClipart/Verbs/fight.gif" medium="image">
			<media:title type="html">FPI jangan berantem dong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi-45</title>
		<link>http://gprogresif.wordpress.com/2008/05/28/puisi-45/</link>
		<comments>http://gprogresif.wordpress.com/2008/05/28/puisi-45/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 02:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gprogresif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gprogresif.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[  APA MAUMU Dia datang lagi malam-malam mengetuk pintu hati dengan cara diam-diam bahkan aku sendiri juga tidak tahu kapan dia datang, tahu-tahu dia sudah ada di kamar dan lantas membunuhku, sempat juga aku di bikin panik, apa maunya? aku mohon jangan datang malam ini karena aku sedang dan masih bercinta dengan kesunyian yang bisu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=20&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="message1490053752" class="undoreset clearfix" style="visibility:visible;overflow:visible;height:906px;">
<div id="yiv772523994">
<div style="text-align:center;">  APA MAUMU
</div>
<p>Dia datang lagi malam-malam mengetuk pintu hati dengan cara diam-diam bahkan aku sendiri juga tidak tahu kapan dia datang, tahu-tahu dia sudah ada di kamar dan lantas membunuhku, sempat juga aku di bikin panik, apa maunya?<br />
aku mohon jangan datang malam ini karena aku sedang dan masih bercinta dengan kesunyian yang bisu membatu layaknya orang bisu yang lagi ngopi di warung si gombel itu, aku bukanlah kekasihmu yang kau cari sambil merangkak di rumah tetangga sebelah, aku juga bukan seorang yang patut kau kasihi karena aku bukan lah seorang pengasih, kadang aku pernah di suruh Tuhan untuk menjaga kuburan yang gulita sekali aku rasa,aku coba menurutinya dengan alasan bahwa aku adalah ciptaan-NYA, yah sebagai balas budi.<br />
basah tubuhmu membuat aku mengeluarkan seekor makhluk yang bernama birahi yang mau menyelinap keluar dari tubuhku, lantas inikah semua pembalasanya.<br />
aku mulai muak dengan apa yang terjadi pada dunia, ego yang di suarakan, ego yang di turuti, nafsu dan tahta sementara yang di kejar.<br />
aku bukanlah firaun atau aku juga bukan namrudz, aku juga bukan manusia mungkin bisa di bilang setengah manusia karena separuh dari tubuhku terdapat kebiasaan binatang yang mengendap-ngendap keluar.<br />
MARILAH NGOPI DI BAWAH RANJANG PENUH SPERMA ITU..<br />
AGAR KITA TAHU BETAPA MUNAFIKNYA KITA</p>
<h3 class="post-title entry-title">KEMATIAN YANG TERTUNDA</h3>
<div>setelah habis kian waktu<br />
aku mendendam pada hari yang yang membuat kulitku lusuh<br />
akalku mati<br />
jiwaku hidup sebelah<br />
janji yang terucap hanyalah sampah yang bertutur pada sepi<br />
angin lalu masih menampakkan wajah jeleknya di cermin<br />
aku bosan dengan semua kesendirian ini<br />
aku mulai bosan dengan semua permainan Tuhan<br />
tapi aku masih tetap ingin bernyanyi sebagai penghibur di saat hati mulai retak<br />
berdoalah kepada waktu yang menjemukan<br />
berteriaklah di padang sahara yang mulai menghitam<br />
oooh kekasih,.,.,.aku bukanlah sebuah cinta yang bermain di pojok-pojok rumah<br />
seperti kebiasaan mu pada perempuan pelacur itu<br />
bukankah kemarin sudah aku bilang tentang sebuah impian yang terbuang<br />
alunan janji terkutukmu membuatku sedikit merinding<br />
sumpah yang telah terucap tidak ada di ruang hampa yang mengangkasa<br />
keputusanku tetap sama seperti kemarin<br />
pergilah jika itu memang tujuan untuk langkahkan kaki ke depan<br />
aku bukanlah pelukis yang setia melukis pengemis yang kelaparan<br />
sudahlah, akhiri semua ini,<br />
biarkan aku menghibur diri saat sepi menghampiri<br />
tapi aku masih bosan sendiri<br />
aku ingin di samping mu di malam hitam ini<br />
bunga kematiannya sangat indah sekali aku lihat<br />
tentang semuanya<br />
dan tentang hidup yang mulai menjengkelkan ini<br />
aku ucapkan selamat malam pada malaikat=malaikat yang telah menaburkan bunga harumnya buat mimpiku,.,.,.,.,.<br />
dan sekali lagi<br />
AKU MEMANG BUKAN PANUTANMU</div>
<p>Muhammad Fahmi<br />
 </p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gprogresif.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gprogresif.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gprogresif.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gprogresif.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gprogresif.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gprogresif.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gprogresif.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gprogresif.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gprogresif.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gprogresif.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gprogresif.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gprogresif.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gprogresif.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gprogresif.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gprogresif.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gprogresif.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=20&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gprogresif.wordpress.com/2008/05/28/puisi-45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/296d981a8815e81022347ba5acb49600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gprogresif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hai Girls</title>
		<link>http://gprogresif.wordpress.com/2008/04/02/hai-girls/</link>
		<comments>http://gprogresif.wordpress.com/2008/04/02/hai-girls/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 01:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gprogresif</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gprogresif.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Hai Girls&#8230; Oleh : Teguh ‘Estro’ Tersenyum sendiri mengenang masa lalu. Riha yang kini asyik menyapu lantai dan membersihkan debu-debu bingkai foto di dinding. Foto seorang bayi yang masih imut-imut. Terlebih Foto saat ia baru masuk kuliah hingga tak sadar membuat Riha tertawa sendiri. Teringat teman-teman lucunya, saling tertawa tanpa beban. *** Sungguh terkejut Riha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=18&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="line-height:150%;text-align:center;" class="MsoNormal"><b><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;line-height:150%;font-family:'Britannic Bold';">Hai Girls&#8230;</span></b></p>
<p align="center" style="line-height:150%;text-align:center;" class="MsoNormal"><b><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;line-height:150%;font-family:'Britannic Bold';"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;line-height:150%;font-family:'Britannic Bold';"><a href="http://gprogresif.files.wordpress.com/2008/04/muslimah.jpg" title="muslimah.jpg"><img src="http://gprogresif.files.wordpress.com/2008/04/muslimah.thumbnail.jpg?w=455" alt="muslimah.jpg" /></a></span></span></b></p>
<p align="center" style="line-height:150%;text-align:center;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Oleh : Teguh ‘Estro’</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Tersenyum sendiri mengenang masa lalu. Riha yang kini asyik menyapu lantai dan membersihkan debu-debu bingkai foto di dinding. Foto seorang bayi yang masih imut-imut. Terlebih Foto saat ia baru masuk kuliah hingga tak sadar membuat Riha tertawa sendiri. Teringat teman-teman lucunya, saling tertawa tanpa beban.</span></p>
<p align="center" style="line-height:150%;text-align:center;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">***</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Sungguh terkejut Riha dibuat kaget oleh temannya. Padahal sedari siang kerjaannya hanya melamun di taman fakultas</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Hai girls, kok melamun aja. lagi dapet ya..?”</span></p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Bertha, aku lagi kesel nih&#8230;” ucap Riha manja.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Duh.. anak manis, belagu amat sih&#8230; kalo kesel biar gue pijatin sini”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Bert&#8230;! kamu tahu kan belakangan ini temen-temen kayaknya menjauhi gue deh, kira-kira kenapa ya..? padahal gue ‘kan nggak salah apa-apa!”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Kali ini Bertha-pun hanya diam.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“kalo’ itu&#8230;” Bertha menjawab ragu.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Wajah Bertha tiba-tiba berubah dan entah kenapa tubuhnya mulai kaku dan seperti ada yang disembunyikan.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“apa mungkin karena gosip belakangan ini, Bert..?” tanya Riha lagi</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Kalo masalah itu&#8230;girls”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Apa&#8230;!” Riha mulai memelas lagi.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“ah, sudahlah kita ke Gedung pertemuan aja yuk, ada seminar psikologi anak lho..!”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Gadis pemalu itu pun akhirnya menuruti saja ajakan Bertha. Hingga hari terus bertambah, Riha masih terasing dari teman-temannya. Padahal sejak semester satu ia sudah menjadi perhatian anak-anak kampus. Selain anak orang kaya, cantik, Riha juga tergolong wanita yang cerdas. Namun sayang, sejak memasuki semester tujuh, anak berkulit putih itu mulai dijauhi teman-temanya. Bahkan momen ini digunakan sebaik-baiknya oleh orang-orang yang membencinya, karena iri dengan kecantikannya, kecerdasannya atau semuanya. Terutama Amel dan teman-temannya. Pernah suatu hari Amel menarik jilbab Riha dengan sengaja. Akhirnya muka Amel babak belur terkena jurus karate-nya Riha. Sejak itulah Amel menjadi bertambah benci padanya.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Pagi itu seperti biasa ia berangkat kuliah dengan seorang diri. </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Salam ‘alaikum Riha&#8230;”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“’Alaikum salam..” jawab Riha tipis.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Bisa dibantu, kelihatannya berat tuh&#8230;” sapa Hasan kepada Riha.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Namun gadis campuran jawa dan arab itu langsung pergi dan berlari. Untungnya kejadian itu sempat terlihat oleh Bertha dari lantai empat. Hingga ia turun dan menemukan sahabatnya sedang menangis di kelas 211. </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Hai girls..”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Bertha, sini&#8230; duduk dekat gue&#8230;” sambil menahan air matanya, gadis yang juga <i>qari’ah </i>itu mengisyaratkan agar Bertha menemaninya.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Ada apa lagi Riha.. gue kasihan ama elo deh.” Bertha mulai duduk dan mengelus-elus kepala Riha yang tertutup jilbab itu. </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Hasan&#8230;! Hasan.. Bert, aku ketemu dia.”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Trus, apa masalahnya dong?”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Setiap gue ketemu dia selalu saja teringat masa lalu yang begitu kelam, sangat kelam Bert.. Elo ngerti kan gimana dulu kejadiannya saat ‘Aisyah teman satu kelas kita dulu diperlakukan oleh anak-anak <i>Bandstyle</i>. Di depan muka gue sendiri Bert&#8230; gue masih takut nih”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Elo masih trauma ya..? memang sih, Hasan itu sekarang personel baru di <i>Bandstyle</i>. Tapi dia ‘kan berbeda girls. katanya denger-denger dia anak pesantren kok&#8230; bahkan sekarang dia <span></span>kuliah di universtas lain. Lagian orangnya cakep lho..! ”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“ Tapi &#8230;”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Sudahlah..kita masuk kelas aja yuk..dosennya sebentar lagi masuk tuh. Sekarang<span> </span>matakuliah pak Sudjarmoko, dosen kesukaan elo ‘kan”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Ternyata Riha nggak pernah melupakan kejadian satu tahun lalu. Ketika anak-anak <i>Bandstyle</i> bermain ke kost ‘aisyah dan kebetulan disana ada Riha yang sedang belajar bersama. Ternyata tanpa sepengetahuan mereka berdua, para anak band tersebut mencoba untuk merebut kehormatan ‘Aisyah. Untungnya tidak berhasil karena sempat ketahuan oleh salah satu anak kost disana. Walau Hasan tidak ikut dalam peristiwa keji itu, tapi di mata Riha citra anak band semuanya sama. Jahat, jahat dan jahat. Hingga bulan lalu ‘Aisyah sahabat baiknya memutuskan untuk pindah kuliah karena tak sanggup menahan fitnah. Sejak itu pula Riha terkucilkan dari temen-temen kampus karena termakan gosip sengaja berbuat mesum dengan anak-anak <i>bandstyle</i>. </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Sore itu gadis yang masih berdarah keraton istana bogor tersebut pulang tepat pukul empat. Padahal Bertha sudah menawari agar naik motor aja, tapi tetap saja ia bersikukuh untuk jalan kaki.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Jalan kaki lagi ya..! ayo sini bareng gue. “</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Deket kok, nggak apa-apa. Elo duluan aja Bert”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Oh.. gue tahu. Jangan-jangan elo udah janjian pulang bareng ama Hasan ya..! dengan alasan kostnya berdekatan lalu jalan bareng deh dan&#8230;”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Hus, jangan ngomong yang aneh-aneh, kata elo dia anak pesantren. Gimana sih..”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Ops iya ya.. kalo elo nggak mau ikut, gue cabut duluan ya..!” Bertha memang keterlaluan kalau bercanda.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Sudah menjadi kebiasaan Riha untuk pulang berjalan kaki. Walau sebenarnya tidaklah terlalu dekat tapi anak manis itu memaksakan diri untuk tetap berjalan kaki, sambil membawa banyak makalah dan buku pelajaran kuliah. Saat melewati lorong yang agak sepi ingin rasanya ia istirahat barang sebentar saja. Kebetulan di lorong tersebut ada kursi panjang dari kayu. Sejenak ia sandarkan tubuhnya ke dinding lorong dan memejamkan mata. Namun seketika Riha terkejut hingga benar-benar kaget melihat sekelompok lelaki mendekatinya. Berbaju hitam dan menyeramkan wajah mereka. Lagi-lagi anak <i>Bandstyle</i> yang kali ini mereka bersama Amel. Riha yang tadinya kelelahanpun langsung berdiri dan memasang kuda-kuda karatenya.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Duh anak cantik, kali ini sehebat apapun jurusmu tak akan bisa mengalahkan kami semua&#8230; ayo boys nikmati anak berkerudung ini” Ucap Amel menyuruh anak-anak <i>bandstyle</i> yang memang sudah dibayar olehnya.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Riha hanya mampu menggunakan jurus dan sisa tenaganya. Hampir saja jilbabnya terbuka dan terjatuh. </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Jangan..jangan..” pinta Riha.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Ayo lucuti saja pakaiannya&#8230;! bukannya kalian kubayar untuk itu” teriak Amel.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Riha menangis kencang saat tangannya dipegang erat oleh salah seorang lelaki disana. Hampir saja baju lengannya robek. Seketika genggaman tangan terlepas hingga lelaki itu jatuh, begitupun Riha. Terlihat dari belakang muncul sosok lelaki lain, ternyata Hasan yang memang sering pulang lewat lorong itu terpaksa menolong Riha.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Pantas saja, kalian bilang hari ini tidak latihan di studio, ternyata ini kerjaan kalian ya..! kalian mau citra kita sebagai anak Band ternodai dengan kelakuan memalukan ini. Sejak saat ini gue putusin untuk keluar sebagai gitaris <i>Bandstyle</i>. Lebih baik gue gabung bersama band adik kelas <i>silverkey </i>dan sejak saat ini pula siapapun yang menyentuh Riha maka akulah lawannya” teriakan Hasan ternyata mengundang perhatian warga sekitar. Akhirnya satu-persatu anak-anak <i>bandstyle</i> meninggalkan lorong tersebut karena takut ketahuan warga. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Kini tinggallah Hasan dan Riha berdua saja di lorong sepi tersebut. Mereka hanya diam saja, dan tidak saling tatap. Riha menunduk saja, sedangkan Hasan hanya melihat langit.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Kamu nggak apa-apa kan ?” tanya Hasan sambil memperhatikan awan mendung. </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Terima kasih” jawab Riha sedikit saja.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“kita naik taksi aja yuk, kost kita kan berdekatan. Lagipula jalan pulang masih jauh kok.”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Tapi..” belum sempat Riha berbicara langsung dipotong saja oleh Hasan.</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>“Aku tahu maksud kamu, namun jauh lebih besar fitnahnya jika seorang cewek jalan sendirian. Apalagi masih banyak lorong sepi disana. Bisa saja mereka menghadang kamu lagi.”</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;"><span></span>Ternyata Riha hanya bisa ikutan saja. Mereka berdua keluar dari lorong dan menuju jalan raya. Mobil sedan berwarna biru menghantarnya pulang. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Beruntung sekali Riha hari itu hingga tak henti-hentinya ia bersyukur. Justru Bertha kini dibuat heran oleh sahabatnya itu. Bulan demi bulan berlalu sampai akhirnya mereka wisuda bersama. Riha yang kini telah berstatus Sarjana Psikologi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Dengan berpakaian toga Riha dan Bertha duduk di Taman depan gedung Graha Sabha UGM. Mereka bercerita dengan penuh suka sekaligus duka pepisahan.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Riha gue mau tanya nih&#8230;”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Ah, elo kayak nggak pernah nanya aja. Ada apaan sih”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Sebenarnya pakai jilbab itu enak nggak sih ”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Elo kalau bener-bener pakai jilbab tambah cantik lagi&#8230;” ledek Riha sambil mencubit pipi Bertha disambut senyum manis mereka berdua.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Sekitar setengah tahun lebih Riha mencari kerja. Walau sebenarnya Riha bisa saja meminta papa-nya sebagai kepala bagian untuk mempekerjakannya di perusahaan tempat papa-nya kerja. Namun pantang bagi Riha meminta-minta sampai ia diterima menjadi Guru di sebuah SMA di kotanya, Tanggerang. Kegembiraan ini membuat keluarganya turut senang.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Riha, papa bangga sama kamu nak..”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Ah, papa bisa aja. Ini kan berkat doa papa juga..” Riha memuji balik papanya.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Oh iya sayang, ada yang mau papa obrolin ama kamu”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Papa ini, mau ngobrol aja pake izin segala. Emangnya saya ini anak orang lain” Riha mulai belajar bercanda tepat saat bintang menemani rembulan. Tertiup angin sepoi di teras depan. Namun sejenak raut muka papanya agak serius. Dan menatap baik-baik wajah anaknya tersebut.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Riha, Papa ada calon suami buat kamu&#8230; gimana?” </span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Calon suami&#8230;? tapi ‘kan ini bukannya lagi zaman&#8230;” langsung saja ucapan Riha dipotong oleh papanya.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Sayang,.. dengerin papa dulu. Besok beliau akan datang kesini, direktur baru perusahaan papa lho.. Masih bujangan kok. Kamu tenang aja kalau memang nggak mau katakan saja tidak&#8230;”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Malam itu tidur Riha nggak nyenyak, karena kali ini seolah harga dirinya terkekangi. Di zaman secanggih ini masih saja ada orang tua yang menjodohkan anaknya. Riha terus berpikir bagaimana caranya untuk menolak dengan lembut dan tidak menyakiti hati calon suaminya itu, juga hati papanya.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Pagi-pagi setelah sholat subuh setelah memasak nasi dan merebus air, Riha berangkat jogging, memang saat itu hari minggu. Tapi papanya lebih dahulu mencegahnya, karena jam sembilan pagi calon suaminya mau datang. Anak semata wayang itu terpaksa disuruh Mandi lebih awal dan berdandan yang cantik. Sangat jelas terlihat wajah murungnya karena benar-benar tidak suka dengan kelakuan orang tuanya. Hanya rasa hormat kepada papanya saja yang membuat dara berusia 24 tahun itu tetap tersenyum. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Riha kamu di kamar saja dulu. Nanti kalau sudah datang calon suami kamu dan saat papa kamu memanggil kamu langsung keluar ya..!” Dengan halus mamanya menasehati.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Ma, kita ini mau acara pelamaran atau main petak umpet sih,”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Hus, kamu jangan ngomong yang aneh-aneh. Ini tradisi kita nak” mamanya kembali menasehati.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Tapi ‘kan Riha bukannya anak Keraton yang hidup di zaman Mataram dulu, ma..!”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Riha,.. sekarang kamu diam aja disini, nggak usah banyak komentar. Nanti kalau papa memanggil kamu langsung aja keluar pelan-pelan.. ingat senyum dan jangan sekali-kali menatap wajah calon suami kamu beserta keluarganya kalau belum disuruh papamu” Riha hanya bisa pasrah.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Hampir setengah jam Riha menunggu di dalam kamar, sambil asyik main <i>game</i> di Hp. Namun seketika gadis yang bernama lengkap ‘Rihayati Ramadhani’ itu menjadi gugup dan jantungnya berdetak kencang saat dari luar papanya memanggil. Berarti sudah saatnya ia keluar layaknya puteri raja. Sedikitpun ia tidak menatap wajah tamu di rumahnya hingga papanya menyuruh. Hingga waktu menentukannya bertatapan mata beningnya dengan calon suaminya langsung membuat hati sang dara berdesir, mukanya tersenyum malu dan merona, seolah bukan melihat orang asing saja. Karena gembiranya Riha hingga berlari ke kamarnya dan bersujud syukur. Menangis tapi bahagia.</span></p>
<p align="center" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:center;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">***</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Lamunan masa lalu itu membuat senyum Riha bertambah lebar menambah asyik tangannya <span></span>mengelus kaca bingkai foto. Apalagi saat memandang seorang lelaki disampingnya di dalam foto saat berpakaian wisuda. Mengingatkan ia pada kejadian di sebuah lorong kecil dekat jalan Kolombo, Yogyakarta. Kini mereka telah dianugerahkan seorang anak. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Namun belum sempat ia membersihkan seluruh debu-debu pada foto-foto tersebut, seketika dari luar rumah terdengar orang yang mengetuk pintu. Riha segera mengambil jilbab di keranjang tidur Bayinya yang masih lima bulan.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Sebentar.”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Salam ‘alaiakum.”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Iya&#8230;‘alaikum salam&#8230; cari siapa ya mas. Oh, pak pos. Ada kiriman buat saya pak.!”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Ada pak Hasan bu.?”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Suami saya sedang kerja pak. ada yang bisa dititipkan nggak”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“ada kiriman nih, buat pak Hasan dan surat kecil di dalamnya buat ibu Riha, Isterinya..”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“Oh, ada buat saya juga pak, terima kasih ya.!”</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Riha dengan cepat membawa masuk kotak tersebut. Ternyata kiriman dari Bertha teman kuliahnya dulu. Bertha juga mengirimkan fotonya dengan memakai jilbab tertutup rapi. Di dalamnya memang ada sebuah surat sederhana tertulis buat Riha.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">“<i>Hai Girls, katanya kamu udah nikah ya&#8230;! gimana. Enak nggak. Kalo kamu sudah nikah dengan anak band, gue juga mau menyusul nih&#8230;sudah gue bilang dia itu anak baik-baik. Kayaknya gue juga mesti cari anak Band yang dari pesantren nih</i></span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10.5pt;line-height:150%;">Riha hanya tertawa sendiri seperti melihat Bertha di depan matanya saja dan berkata Hai girls&#8230;.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gprogresif.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gprogresif.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gprogresif.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gprogresif.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gprogresif.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gprogresif.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gprogresif.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gprogresif.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gprogresif.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gprogresif.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gprogresif.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gprogresif.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gprogresif.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gprogresif.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gprogresif.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gprogresif.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=18&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gprogresif.wordpress.com/2008/04/02/hai-girls/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/296d981a8815e81022347ba5acb49600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gprogresif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gprogresif.files.wordpress.com/2008/04/muslimah.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muslimah.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersyukur</title>
		<link>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/bersyukur/</link>
		<comments>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 02:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gprogresif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/bersyukur/</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukur Oleh: Dede Ariyanto Sebut saja namanya adalah Parjo. Parjo adalah seorang pemuda yang tunanetra, Parjo kuliah di sebuah salah satu Universitas tinggi di Yogyakarta. Ia memiliki semangat belajar yang sangat tinggi, mengeluh dan putus asa tidak ada di dalam kamus kehidupannya . ****** Pada suatu hari Parjo mengikuti pesta ulang tahun temannya. Dapat dikatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=15&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><b>Bersyukur</b></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Oleh:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b>Dede Ariyanto</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"> Sebut saja namanya adalah Parjo. Parjo adalah seorang pemuda yang tunanetra, Parjo kuliah di sebuah salah satu Universitas tinggi di <span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">Yogyakarta</span></span>. Ia memiliki semangat belajar yang sangat tinggi, mengeluh dan putus asa tidak ada di dalam kamus kehidupannya .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">******</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span id="more-15"></span>           Pada suatu hari Parjo mengikuti pesta ulang tahun temannya. Dapat dikatakan pesta itu sangat meriah dan istimewa sekali, setiap lidah pengunjung sepertinya dimanjakan dengan berbagai hidangan yang dapat menggoyang lidah. Namanya si Parjo, orang <i>ndeso</i>, dia makan sangat lahap sekali. Karena memang sengaja paginya dia makan hannya satu kali saja. Sebab dia tahu kalau nanti malam ada pesta ulang tahun temannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">            Sedang enak-enaknya makan, entah jenis makanan apa yang dia makan, tiba-tiba terdengar suara dari perutnya “<i>kukuruyuk”,</i> wajar saja seketika itu wajah Parjo merah padam, ia sepertinya kesakitan tapi nikmat, Parjo ingin buang air besar. Dengan langkah seribu Parjo pun pergi ke toilet.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">            Sesampainya di toilet, ternyata di samping toilet ada seseorang yang sedang berbicara dengan kerabatnya menggunakan HP. Entah sampai dimana percakapan orang itu tiba-tiba spontan orang itu berteriak</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">            “Apa Kucing!!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">            Karena si Parjo menderita penyakit <i>vobia</i> (rasa takut yang berlebihan) pada kucing sepontan saat itu juga Parjo lari tunggang langgang dari toilet . Parjo bingung kenapa semua orang yang ada di pesta tertawa, ternyata Parjo merasakan sepoi-sepoi angina udara di bawah perutnya (Parjo tidak bercelana). Ha…ha…ha…</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gprogresif.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gprogresif.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gprogresif.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gprogresif.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gprogresif.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gprogresif.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gprogresif.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gprogresif.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gprogresif.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gprogresif.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gprogresif.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gprogresif.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gprogresif.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gprogresif.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gprogresif.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gprogresif.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=15&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/296d981a8815e81022347ba5acb49600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gprogresif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>life of the flow</title>
		<link>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/life-of-the-flow/</link>
		<comments>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/life-of-the-flow/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 02:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gprogresif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/life-of-the-flow/</guid>
		<description><![CDATA[By: Dede Ariyanto It was confused that I determined the direction Heave the life of the flow Terlenakan appearance puberitas Arranged by me this poem for you The friend of this life the commitment Strengthen Allah in Qolbu So that firm laksana the tower Not cracked with time It would be better if became the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=14&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">By: Dede Ariyanto</p>
<p>It was confused that I determined the direction<br />
Heave the life of the flow<br />
Terlenakan appearance puberitas<br />
Arranged by me this poem for you<span id="more-14"></span></p>
<p>The friend of this life the commitment<br />
Strengthen Allah in Qolbu<br />
So that firm laksana the tower<br />
Not cracked with time</p>
<p>It would be better if became the candle<br />
That could give obviously<br />
Despite destroyed the body<br />
Than kept darkness</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gprogresif.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gprogresif.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gprogresif.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gprogresif.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gprogresif.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gprogresif.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gprogresif.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gprogresif.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gprogresif.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gprogresif.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gprogresif.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gprogresif.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gprogresif.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gprogresif.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gprogresif.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gprogresif.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=14&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/life-of-the-flow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/296d981a8815e81022347ba5acb49600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gprogresif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulama dan Politik</title>
		<link>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/ulama-dan-politik/</link>
		<comments>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/ulama-dan-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 02:20:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gprogresif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/ulama-dan-politik/</guid>
		<description><![CDATA[Ulama dan Persoalan Politik Oleh : Dede Ariyanto* Diakui atau tidak dua kubu antara ulama dan penguasa keduanya adalah kubu yang berbeda. Karena bagaimanapun juga ulama dan penguasa dalam hal ini pemerintah maupun politik saling bersinggungan. Menurut Drs. Hamdan Daulay, Msi seorang pengamat sekaligus pakar politik (Dosen UIN Yogyakarta ) mengatakan bahwa, pengertian politik itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=13&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><b><span>Ulama dan Persoalan Politik</span></b><b></b></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><b><span>Oleh :</span></b></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><b><span>Dede Ariyanto*</span></b><b></b></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span>            Diakui atau tidak dua kubu antara ulama dan penguasa keduanya adalah kubu yang berbeda. Karena bagaimanapun juga ulama dan penguasa dalam hal ini pemerintah maupun politik saling bersinggungan. Menurut Drs. Hamdan Daulay, Msi seorang pengamat sekaligus pakar politik (Dosen UIN <span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">Yogyakarta</span></span> ) mengatakan bahwa, pengertian politik itu sendiri adalah <i>seni untuk mendapatkan dan mengelola kekuasaan </i>dalam hal ini bisa saja para pemeran kancah politik dapat menghalalkan segala cara, tentu saja jika iman para pemain politik itu sendiri lemah.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span> <span id="more-13"></span>           Kaitanya dengan ulama yang berperan di dalam politik saya setuju sekali dengan pendapatnya Hasan Mansur di dalam bukunya yang berjudul <i>Mengemban Tugas Dakwah </i>mengatakan bahwa Ulama (tokoh agama) sesungguhnya memiliki peran penting di tengah masyarakat, karena keluhuran akhlaknya. Ulama juga dianggap sebagai benteng moralitas karena kesederhanaan dan kejujuran yang mereka lakukan. Keberpihakan ulama kepada masyarakat bawah , membuat ulama selama ini terpelihara dengan baik, karena kejujuran, keikhlasan, dan kenetralan ulama di masyarakat. Sesungguhnya ini yang menjadi masalah jika ulama terjun kedalam dunia politik apabila nilai-nilai yang tersebut di atas terkikis atau hilang sama sekali . Maka ditakutkan umat yang dibimbing, dibina, (<i>mad’u</i>) tidak lagi mengindahkan seruan ulama tersebut. Sesungguhnya inilah yang terjadi di dalam masyarakat <span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">Indonesia</span></span> itu sendiri, yang sedikit penulis tidak pahami apa karena statment bahwa apabila ulama/ustadz masuk di dalam kancah politik maka ulama/ustadz itu sendiri dianggap tidak konsisten lagi di dalam mengajarkan nilai-nilai keislaman pada masyarakat. Misalnya Aa Gym, Zaennudin MZ yang tercatat dalam data statistik mengalami penyusutan jama’ah pengajiannya secara drastis, bahkan ada sebagian jamaahnya membakar produk Darul Tauhid.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span>            Disisi lain </span><span>Hidayat Nurwahid berpendapat bahwa selamanya tidak benar jika ulama/ustadz dikatakan tidak pantas di dalam dunia politik, argumen beliau adalah bahwa pada zaman ke-emasan Islam pun para ulama/ ustadz banyak yang terjun di dunia politik, tetapi hasilnya apa? Sungguh menakjubkan peradaban ke-emasan termasuk Islam berkembang hingga sampai dirasakan seantero jagat ini, tentunya ulama yang <i>wara </i>(jujur). </span><span>Menurut beliau masyarakat <span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">Indonesia</span></span> masih kurang di dalam<span> </span>memahami dunia perpolitikan seakan-akan politik itu kotor, nabi Muhammad sendiri pun berpolitik. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Kalau kemudian, dakwah dilarang berkomunikasi dengan politik dan kekuasaaan, hendaknya yang ngomong <span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">itu</span></span>, baca Al-Qur’an lebih cerdas lagi. Sebab dia akan ketemu para nabi adalah imamnya para dai, dan inilah yang disebut sebagai nabi yang <i>abdan</i> (nabi yang hamba) dan dia tiak berkuasa sama sekali. Tapi ada nabi yang disebut malikan (nabi yang berkuasa) seperti Nabi Yusuf yang berkuasa menjadi menteri, ada Nabi Daud yang kekuasannya luar biasa dan menjadikan teknologi besi untuk mengokohkan kekuasaannya. Ada Nabi Sulaiman yang mempunyai kuasa luar biasa dan berdoa “Ya Allah berikan kekuasaan kepadaku yang luar biasa, yang tidak akan bisa disaingi penguasa berikutnya.”</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span>            Penulis sendiri setuju dengan pendapat yang pertama, memang bagaimana pun juga seorang ulama mempunyai jama’ah, lembaga, pesantren yang seharusnya ulama/ ustadz tersebut mengelolanya secara baik dan benar . Sah-sah saja jika ulama/ustadz terjun di dalam politik apabila tidak ada tujuan lain dalam artian <i>lillahita’ala </i>dengan tetap exsis menjalankan tugas, peran, dan kewajibannya sebagai ulama/ ustadz. Tetapi sampai saat inipun faktanya hampir tidak ditemukan, walaupun hanya sedikit. Inilah yang kiranya perlu diperhatikan para ulama/ustadz. Memang jika kita kembalikan terhadap persoalan pemegang perpolitikan yang ada di Indonesia ini maka jawabannya adalah penguasa yang sangat berperan, di harapkan nantinya para ulama tidak tinggal diam terhadap para penguasa yang cenderung memanipulasi perpolitikan yang ada di Indonesia ini, salah satu caranya adalah dengan mengkritik para pengusa yang sudah keluar dari jalur perpolitikan yang benar.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;"><span>            Ironinya adalah sepertinya mereka para ulama ini di anggap oleh para penguasa dengan penghalang para pengusa tersebut, seolah-olah mereka bagaikan batu kerikil yang menghalangi langkah mereka yang patut disingkirkan dan mungkin di musnahkan, contoh kasusnya ini terjadi pada penangkapan ustadz Ja’far Umar, Abu Bakar Ba’asir dan seterusnya. Rasanya masih segar diingatan kita tatkala ustad Abu Bakar Ba’asir ditangkap sebagai dalang teroris sampai-sampai beliau kencing di botol (dalam perjalanan ke tahanan dengan menggunakan mobil) sungguh ini semata-mata permainan penguasa belaka. Inilah cerminan morat-maritnya dunia politik yang ada di indonesia, semoga dengan tidak masuknya para ulama/ustadz di politik, saling mengoreksi keduannya, mencarai penyelesaian yang ada di Indonesia ini, diharapkan nantinya <span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">Indonesia</span></span> ini mempunyai perpolitikan yang sehat. Semoga!.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gprogresif.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gprogresif.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gprogresif.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gprogresif.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gprogresif.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gprogresif.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gprogresif.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gprogresif.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gprogresif.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gprogresif.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gprogresif.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gprogresif.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gprogresif.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gprogresif.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gprogresif.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gprogresif.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=13&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/27/ulama-dan-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/296d981a8815e81022347ba5acb49600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gprogresif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenangan bersama Ibu &#8216;Kost&#8217; Temanku</title>
		<link>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/04/kenangan-bersama-ibu-kost-temanku/</link>
		<comments>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/04/kenangan-bersama-ibu-kost-temanku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 04:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gprogresif</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gprogresif.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Teguh ‘Estro’ Saya baru saja pulang dari rumah paman. Rencananya sih, mau ke rumah kos-kosan Romi. Semoga dia mau memperbaiki komputerku. Beberapa hari lalu komputerku hang[1], padahal sedang menggarap skripsi lho. Dengan terburu-buru langkah kaki ini semakin cepat menuju kos-kosan anak semester 10 itu. Sampai akhirnya tiba di depan gerbang kos-kosan Romi. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=7&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Oleh : Teguh ‘Estro’</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>          </span>Saya baru saja pulang dari rumah paman. Rencananya sih, mau ke rumah kos-kosan<span>  </span>Romi. Semoga dia mau memperbaiki komputerku. Beberapa hari lalu komputerku <i>hang<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[1]</span></b></span><!--[endif]--></span></span></a>, </i>padahal sedang menggarap skripsi lho. Dengan terburu-buru langkah kaki ini <span> </span>semakin cepat menuju kos-kosan anak semester 10 itu. Sampai akhirnya tiba di depan gerbang kos-kosan Romi. <span>Namun sayang ternyata pagarnya terkunci dengan gembok yang besar.<span>  </span>Saya tidak kehabisan akal, sesekali gerbang kugedor dengan gembok besi tersebut. Hingga beberapa kali suara keras itu membuat seorang wanita paruh baya keluar, tampaknya dia ibu kos Romi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ Ada apa mas…?<span id="more-7"></span> Kok gedor-gedor…” gawat, kelihatannya ibu kos ini marah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ Nggak ada kok bu.. Cuma mau ketemu sama Romi. Dia ada bu…?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>         </span>“Ada..! lain kali jangan ribut seperti itu, mas-nya kan bisa sms dulu ke Romi supaya nggak tunggu-tungguan…” tambah cerewet aja, tampak dari mukanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Tanpa tunggu lama setelah pagar terbuka, langsung saja menuju kamar Romi dan semoga sedang tidak sibuk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“Salam‘alaikum. Rom..!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“Wa’alaikum salam. Andre.. ada apa nih, tumben bersinggah ke gubuk tua ini…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“Kamu sedang sibuk ya. Rom?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>         </span>“Nggak kok. Cuma beres-beres buku sambil membersihkan kamar aja ! oh iya, kamu bawa apa ndre. Kayaknya makanan tuh…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ Cuma nasi kotak Rom, pemberian paman. Tadi baru dari rumahnya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Oh, iya aku lupa sebelum berangkat ke kos Romi tadi dikasih paman nasi kotak lho. Kebetulan lapar banget dari siang belum makan! Biasalah anak kos, apalagi di penghujung bulan begini. Kantong kempes, kiriman orang tua telat, utang belum dibayar pokoknya komplit deh&#8230; tapi syukurnya walau jauh dari orang tua, saya masih ada paman di Yogyakarta ini. Jadi kalau lapar tinggal makan, meski terkadang masih malu juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span><span> </span>“Rom, kamu bisa ke kos-ku kan? komputerku <i>hang </i>lagi tuh..“</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ mungkin banyak Virusnya ndre…, atau data di file kamu terlalu berat. Atau jangan-jangan sering buat nonton film ‘begituan’ ya..!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“sembarangan ngomong, mendingan kamu aja yang ngelihat langsung komputerku, <span> </span>daripada nanti tambah rusak kalau kuperbaiki sendiri. Sekarang saya mau menyelesakan skripsi lho, tolong ya…!” pintaku sedikit manja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ wah, kalo gitu malam ini aku harus beramal !”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“nah, gitu Rom…sambil<span>  </span>bawa motor ya..! kos-ku kan jauh Rom”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Tanpa pikir panjang kami berdua bergegas menuruni tangga menuju gerbang kos-kosan Romi, kebetulan kamarnya ada di lantai dua. Tapi karena aku kurang terbiasa menuruni tangga akhirnya tersungkur. Walau sudah mencoba menyeimbangkan diri tetap saja badanku menabrak tubuh seseorang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ eh, mas kalau jalan yang bener. Jangan terburu-buru seperti itu, dari tadi buat onar saja, untung saya nggak jatuh !“ tubuhku menabrak ibu kos-nya Romi, memang betul-betul sial. Masih saja, ibu ini cerewet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“iya bu, maaf…nggak sengaja kok” <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Dengan melupakan kejadian itu, kami langsung tancap gas menuju kos-kosanku yang memang sedikit jauh dari kos-kosan Romi. Ternyata Romi pembalap juga, baru beberapa menit udah nyampe di depan kos-kosanku. Tidak seperti tempat Romi, tempatku nggak ada manusia cerewet seperti ibu kosnya Romi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Ternyata benar kata Romi, komputerku banyak virusnya, mulai dari virus <i>Trojan, Brontox dll.</i> Yang membuat pikiranku tambah kusut ternyata banyak file-ku yang hilang akibat termakan virus. Padahal sudah susah payah siang malam ngetik buat mengajukan judul skripsi. Tampaknya usahaku selama ini sia-sia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ Gimana Rom, udah bener belum…?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ tampaknya kamu harus <i>download<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[2]</span></b></span><!--[endif]--></span></span></a> </i>antivirus di internet yang ter<i>up-date </i>ndre ”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ iya, besok saya akan ke warnet (warung Internet) aja Rom”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ kamu sabar aja Ndre, saya tahu kok perasaan hatimu. Asal ide ataupun ilmu di otakmu nggak hilang saya yakin masalahnya akan selesai.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“tapi kan, tetap aja ngetik ulang Rom!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“sekarang mendingan kamu makan aja dulu… daripada muka kamu murung terus, ntar cepet tua lho…! Ledek Romi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ oh iya Rom, nasi kotakku ketinggalan di kamarmu tadi.. gimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ ya udah, kamu ikut saya pulang naik motor ngambil nasi kotak. Nanti saya yang nganter lagi..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Malam ini seolah malam terburuk bagiku. Pasalnya virus-virus itu telah membangkitkan kemarahanku. Tapi memang sebenarnya itu akibat kecerobohanku, Karena sembarangan memasukkan data. Ya, lagi-lagi sebagai pelajaran. Tapi pelajaran terpenting sekarang ini perutku sudah lapar. Saya ingat betul nasi kotak dari paman tadi isinya nasi, ayam bakar, ketimun, dan sambal terasi. Kayaknya enak malam-malam makan ayam bakar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Akhirnya sampai juga ke kos-kosan Romi. Tapi gawatnya baru saja sampai di depan gerbang sudah berdiri sosok wanita yang sudah kukenal sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ Romi, sekarang sudah jam 11 malam. Tamu dilarang masuk..!”<span>  </span>ucapan itu muncul beriring nada sinis dari mulut ibu kos Romi. Karena kekesalan yang tak bisa terbendung akhirnya mengundang ucapan kasar dari mulutku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ bu, kenapa tampaknya ibu benci banget dengan saya, saya bukannya maling bu…jadi ibu nggak perlu takut. Cuma mau ngambil barang ketinggalan kok” dengan nada sedikit keras. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ ya udah, jangan lama-lama… anak-anak di kamar lain mau istrahat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Akhirnya lega juga hatiku karena nenek sihir itu sudah terjinakkan. Tapi bayang-bayang nasi kotak masih saja ada di benakku. Saat masuk di dalam kamar anehnya nasi kotak itu nggak ada sama sekali. Walau sudah dicari di tiap sudut kamar tetap saja tidak ada. Tiba-tiba seorang laki-laki yang tampaknya anak kos ini juga datang ke dalam kamar Romi dan menepak bahu Romi yang sedang sibuk mencari nasi kotak. Lalu anak tadi berkata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ Rom terima kasih ya, ayam bakarnya enak lho… nggak biasanya kamu dikirim nasi ayam bakar Rom”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ maksud kamu, Nasi kotak yang ada di atas meja tadi ” teriak Romi kepada temannya itu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ iya, emangnya kenapa…?” terlihat wajah tanpa dosa dari teman Romi tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Tanpa sadar air mataku menetes, padahal perutku sudah setia menunggu sampai kelaparan. Ternyata setiap malam minggu Romi selalu dikirimi oleh pacaranya makanan dan langsung dibagikan ke teman-temannya. Tapi ternyata kali ini nasi kotakku yang jadi korban. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“ Ndre aku minta maaf ya atas ulah temanku…!” ucap Romi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“nggak apa-apa kok Rom…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Langsung kakiku keluar kamar menuju jalan dekat tangga dan berdiri sejenak. Kutatap langit diatas dan kuteriakkan teriakan sekencang-kencangnya. Supaya tuntas semua masalah untuk keduakalinya teriakanku kembali memekik angkasa. Tapi seketika seorang wanita di belakangku dengan baju daster ditambah rambut tertutupi handuk juga muka penuh masker.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>“mas..!” lagi-lagi ibu kos Romi yang siap marah-marah.</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--><br /> <br />
<hr align="left" size="1" width="33%" />  <!--[endif]--></p>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Rusak pada software-nya</p>
</div>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman','serif';">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span>  </span>Menyimpan data yang ada di server Internet. Dan memindahkannya ke penyimpan yang kita miliki. Bisa <i>flasdisk, diskette atau cassette disk (CD)</i></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gprogresif.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gprogresif.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gprogresif.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gprogresif.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gprogresif.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gprogresif.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gprogresif.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gprogresif.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gprogresif.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gprogresif.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gprogresif.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gprogresif.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gprogresif.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gprogresif.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gprogresif.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gprogresif.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=7&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/04/kenangan-bersama-ibu-kost-temanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/296d981a8815e81022347ba5acb49600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gprogresif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa, Di mana, Ke mana Mahasiswa Sekarang?</title>
		<link>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/04/siapa-di-mana-ke-mana-mahasiswa-sekarang/</link>
		<comments>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/04/siapa-di-mana-ke-mana-mahasiswa-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 04:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gprogresif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gprogresif.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Didik Haryadi Santoso MBA Mahasiswa memang selalu benar, bukan begitu bukan? Wiwit? Tak ada yang tak kenal dengan istilah mahasiswa, kata-kata mahasiswa sangat akrab ditelinga kita semua. Disadari atau tidak, mahasiswa zaman sekarang sedikit aneh dengan para pendahulunya. Ada apa dengan mahasiswa sekarang? siapa, dimana dan akan kemana mahasiswa sekarang? hanya waktu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=6&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;" align="center"><b>Oleh : Didik Haryadi Santoso MBA<a name="_ftnref1"></a></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;" align="center"><span></span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i>Mahasiswa memang selalu benar,</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i>bukan begitu bukan? Wiwit? </i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tak ada yang tak kenal dengan istilah mahasiswa, kata-kata mahasiswa sangat akrab ditelinga kita semua. Disadari atau tidak, mahasiswa zaman sekarang sedikit aneh dengan para pendahulunya. Ada apa dengan mahasiswa sekarang? siapa, dimana dan akan kemana mahasiswa sekarang? hanya waktu yang dapat membuktikan itu semua.</p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Murid SMA sering disebut siswa, studi gratis biasa disebut beasiswa, nah bukan mahasiswa namaya jika tidak berambut gondrong, celana bolong, kaos oblong, paru-paru bolong dan badan bau jigong. Ironis jika hal-hal yang bersifat fisik tersebut diatas masih harus ditambah dengan kata “bicara bohong <i>plus</i> otak kosong”. Namun hal yang bersifat fisik tersebut dapat tertutupi oleh kelebihan lain seperti daya nalar-kritis serta pisau analisis yang dapat membedah berbagai permasalahan yang ada. Jadi siapa sebenarnya mahasiswa? Apakah mereka yang hobi copy-paste itu? Atau mereka yang memiliki <i>sense of crisis</i>? Yang peka terhadap perubahan-perubahan sosial? </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Jika diamati secara seksama, mahasiswa jadul (jaman dulu) selalu identik dengan kaum intelektual dan kaum terpelajar. Mereka masih memiliki idealisme, kemandirian, pemikir cemerlang dan semangat juang yang tinggi. Dewasa ini, sebagian orang berpendapat bahwa mahasiswa sekarang cenderung dicap sebagai kaum pembuat mual dan kaum kurangajar. Walaupun tidak semua mahasiswa berbuat demikian, namun salah satu contoh hasil penelitian saudara sony, penulis buku JBDK (Jangan Bugil Depan Kamera) tahun 2007 di Yogyakarta membuktikan bahwa 90% video porno dibuat oleh pelajar dan mahasiswa (lebih dari 500 video vulgar atau 2 video perhari yang lahir). Luarrr binasa! </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tak hanya itu, mahasiswa saat ini identik dengan 4F (fun, food, fashion, free sex). Jika dibandingkan dengan mahasiswa jaman dulu, mahasiswa sekarang tampak rapi dan gaul, namun cenderung akrab dengan dunia-dunia malam yang tidak jelas tujuan dan manfaatnya. Ironis memang, kehidupan berfoya-foya tersebut menjadi hal yang biasa bagi sebagian kalangan, calon generasi penerus negri ini. Kata “fun” bisa dibuktikan dengan banyaknya game-game online, rental-rental game (PS2) yang juga digemari orang dewasa. Sedangkan food ditandai dengan maraknya aneka makanan yang berbau kebarat baratan dan cina, selain itu, fashion menawarkan konsep pakaian serba minimalis dan seksi ala barat. Bukan rahasia umum bahwa seks bebas<i> (free sex)</i> di kota-kota besar telah berkembang pesat sehingga membuat keresahan tersendiri bagi orang tua pelajar dan mahasiswa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pertanyaannya ialah dimana posisi, fungsi serta peran mahasiswa sekarang? Apakah masih layak berpredikat sebagai agen perubahan? Mungkin disatu sisi gelar tersebut layak dikatakan sebagai agen perubahan dalam artian yang positif, karena masih ada calon generasi penerus bangsa yang ikut memikirkan nasib negrinya yang terombang ambing ini <i>(minazzulumati ilannur).</i> Disisi lain gelar sebagai agen perubahan tetap layak namun dalam artian yang negatif. Membuat perubahan yang menyesatkan <i>(minannuur ilazzulumat).</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tanpa disadari, dari tahun ke tahun jumlah pengangguran kian meningkat. Hal ini disebabkan oleh lulusan perguruan tinggi lebih banyak dari pada jumlah lapangan kerja yang tersedia. Perguruan tinggi ibarat pabrik dan lapangan kerja ibarat warung kecil tak cukup untuk menampung produk dari pabrik yang banyak itu. Lantas akan kemana mahasiswa sekarang? Apakah hanya menunggu giliran tiba? atau dengan gagah berani menumbuhkan sikap proaktif, progresif serta inisiatif-partisipatif dengan slogan <i>“bukan mencari kerja tetapi menciptakan lapangan kerja” </i>sehingga berangkat dari sinilah akan terbangun jiwa-jiwa entrepreneur yang akan menciptakan <i>baldatun toyyibatun warobbun ghofuur. Amin. Waallahu a’lam bi As shawab.</i></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0 0 0.0001pt;"><a name="_ftn1"></a><span></span>Masih Belum Apa-apa</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gprogresif.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gprogresif.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gprogresif.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gprogresif.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gprogresif.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gprogresif.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gprogresif.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gprogresif.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gprogresif.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gprogresif.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gprogresif.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gprogresif.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gprogresif.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gprogresif.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gprogresif.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gprogresif.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gprogresif.wordpress.com&amp;blog=3043139&amp;post=6&amp;subd=gprogresif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gprogresif.wordpress.com/2008/03/04/siapa-di-mana-ke-mana-mahasiswa-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/296d981a8815e81022347ba5acb49600?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gprogresif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
